Mahir Berkomunikasi Dengan Orang Lain Berkat NLP

Salah satu kunci dari segala kunci sukses berhubungan dengan orang lain adalah komunikasi. Bayangkan saja, apakah kita tidak pernah mengeluarkan kata-kata setiap harinya? Umumnya, kita selalu mengeluarkan kata-kata yang terangkai dalam kalimat-kalimat ketika berkomunikasi dengan orang lain. Bahkan wanita berpotensi mengeluarkan 20.000 kata setiap harinya.

Dengan NLP, kita dapat semakin mengasah dan mempertajam mata pisau komunikasi kita. Mengapa? NLP sendiri memang sangat senang mengkaji masalah cara berkomunikasi dengan orang lain, secara efektif dan elegan tentunya. Jadi jangan heran jika banyak orang menjadi komunikator dan negosiator yang handal setelah belajar NLP.

Bagaimana bisa hal itu terjadi? Tentu saja karena NLP tidak hanya merancang bagaimana teknik komunikasi yang baik dan benar, melainkan juga melihat dengan siapa kita berkomunikasi. Tentunya cara berkomunikasi dengan preman, anak alay, orang tua, anak-anak, remaja dan para pemangku kebijakan tidak sama. Mengapa? Ada karakter tertentu pada diri seseorang yang harus disikapi dengan teknik-teknik komunikasi tertentu.

Kita mengenal salah satunya dalam NLP dengan sebutan komunikasi ala orang berpola “SELF” dan “OTHER”. Penasaran dengan kedua pola komunikasi yang berbeda tersebut? Mari kita simak ulasan menariknya sekarang.

Baca Juga! :  Membereskan Hambatan Mental dengan Teknik Swish Pattern

Komunikasi Ala Orang Berpola “SELF”.

Orang berpola self lebih sering fokus kepada dirinya sendiri. jadi mereka berkomunikasi dengan orang lain secukupnya saja. Biasanya terlihat dari pendeknya kata-kata yang digunakannya. Jadi untuk berkomunikasi dengan orang bertipe seperti ini sebaiknya kita langsung tembak pada pokok-pokok permasalahan, kepentingan atau pembahasannya saja. Kasarnya adalah tanpa basa-basi.

Komunikasi Ala Orang Berpola “OTHER”.

Berbeda dengan orang bertipe self. Orang bertipe other sangat senang memperhatikan orang lain. Jadi biasanya dia akan lebih renyah dan komunikatif. Bahkan parahnya lagi bisa kelewatan sampai menggosip. Artinya, untuk berkomunikasi dengan mereka yang berpola other, kita harus memiliki cukup keakraban dulu dengan mereka. Jadi sebelum tembak ke pokok permasalahan, kita dapat memberikan basa-basi atau pembukaan komunikasi yang renyah terlebih dahulu. Ini lebih disukai.

Nah, sekarang kita sudah mengetahui kedua pola komunikasi orang-orang pada umumnya. Sekarang pikirkanlah sejenak dalam benak kita. Siapa saja orang yang berpola self dan other dalam lingkungan kita? Apakah selama ini kita sudah berkomunikasi dengan efektif? Atau telah menghabiskan banyak energi dan membuang-buang waktu saja. Jika ada yang lebih tepat dan efektif, mengapa tidak?

The following two tabs change content below.

Adrian Luis

Corporate Trainer & Professional Coach at Adrian Luis Training Group
Baca Juga! :  Menembus Batasan dalam Pengembangan Diri
Seorang Corporate Trainer & Professional Coach yang telah banyak membantu perusahaan nasional dan UMKM serta organisasi non profit di Indonesia untuk meningkatkan kinerjanya. Buku Digital GRATIS buat kamu « DOWNLOAD DI SINI »
WhatsApp Us