+62-812-3035-1056 marketing@adrianluis.com

  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • LinkedIn
  • Print

Banyak orang berjuang meraih kesuksesan dan impian yang mereka cita – citakan. Akan tetapi, banyak orang yang ternyata sudah berjuang dengan sangat keras tetapi tidak bisa mencapai apa yang dicita – citakannya tersebut.

Apa penyebab dari hal tersebut? Salah satu penghalang terbesar orang tidak bisa meraih kesuksesannya adalah apa yang disebut dengan Limiting Belief. Limiting belief atau kepercayaan yang salahlah yang akhirnya membuat potensi seseorang untuk mencapai kesuksesan menjadi terhambat.

Limiting Belief Usia

Contoh limiting belief yang menghambat seseorang untuk sukses misalnya masalah usia. Saya khan masih muda, jadi belum tentu bisa sukses. Pernah atau sering mendengar orang berkata hal ini kepada kita? Jika kita pernah mendengarnya, ini adalah salah satu jenis limiting belief yang dialami oleh orang tersebut.

Ada juga orang yang mengatakan seperti ini. Dengan usia saya yang sekarang yang sudah terlalu tua, saya rasa saya sudah terlambat untuk meraih kesuksesan yang seharusnya saya bisa raih beberapa tahun yang lalu. Pernahkah kita juga mendengarkan hal seperti ini?

Limiting Belief Kemampuan

Atau, mungkin kita pernah juga mendengar hal seperti ini. Saya khan tidak punya kemampuan yang diperlukan untuk bisa menjadi sukses di bidang tersebut. Lagi pula kalau saya belajar saya akan membutuhkan waktu yang sangat lama untuk berhasil di bidang tersebut.

Bisa juga ada yang mengatakan hal yang seperti ini. Hmm… Saya merasa hal itu terlalu sepele buat saya. Kalau saya melakukan hal itu, itu jelas di bawah kemampuan dan potensi saya. Masa sich dengan melakukan hal seperti itu saya bisa meraih kesuksesan yang saya idam – idamkan?

Limiting Belief Keuangan

Ada lagi orang yang memiliki limiting belief yang terkait dengan keuangan. Saat ini khan saya masih belum punya uang. Bagaimana mungkin saya akan memiliki bisnis atau pekerjaan yang akan menghasilkan income yang luar biasa untuk kehidupan saya. Ga mungkin dech saya bisa membeli rumah, mobil, seperti yang dia miliki.

Solusi menghadapi limiting belief

Begitu banyaknya orang yang memiliki limiting belief seperti yang disebutkan di atas. Ada begitu banyak limiting belief lainnya yang membuat Anda tidak merasa layak untuk meraih kesuksesan yang sesungguhnya. Dengan tegas, saya mengatakan kepada setiap pembaca jika Anda layak untuk mencapai kesuksesan jika Anda benar – benar menginginkannya. Ya, Anda layak!

Jadi, bagaimana solusi mengatasi limiting belief. Salah satu caranya adalah dengan mencari fakta yang membuat apa yang Anda percayai saat ini adalah keliru. Kalau misalkan tidak ada, imajinasikan / visualisasikan bahwa hal tersebut mungkin dan bisa terjadi karena Tuhan memberikan kepada kita potensi dan karunia yang luar biasa. Nothing is impossible with GOD!

Usia muda, coba kalau kita perhatikan saat ini. Bukankah saat ini begitu banyak orang yang dalam usia belianya sudah mencapai kesuksesan yang luar biasa? Beberapa waktu yang lalu, saya berkesempatan bertemu dengan Juara Indonesia Idol 2010, Igo. Umurnya masih cukup belia yaitu 17 tahun tetapi bisa meraih juara.

Masih kurang? Banyak juga para eksekutif atau pengusaha muda di Indonesia yang berhasil meraih kesuksesannya di usia mudanya. Beberapa bisa Anda lihat profilnya misalnya di majalah SWA. Bahkan seorang sahabat saya yang pernah bertemu dengan pemilik dari Kebab Turki Baba Rafi, Hendy Setiono yang mengatakan kalau di usianya waktu usia 25 tahun sudah memiliki bisnis franchise skala nasional.

Mungkin Anda mengatakan usia Anda sudah terlampau uzur untuk bisa sukses. Pernahkah kita mengetahui kalau Colonel Sanders pertama kali memulai bisnis Kentucky Fried Chicken (KFC) saat usianya 65 tahun. Usia se-uzur itu saja masih sanggup membuat bisnis yang luar biasa.

Masalah skill / kemampuan yang menjadi penghambat kita untuk sukses. Setiap skill / kemampuan saya sangat yakin kita semua pasti bisa mempelajarinya. Hanya dibutuhkan waktu dan ketekunan saja yang akhirnya akan membuat kita menjadi ahli.

Salah satu yang mesti kita perangi juga adalah gengsi. Misalnya saja banyak orang yang merasa gengsi dan tidak percaya diri dalam melakukan sales dan marketing. Bukankah kita mengetahui orang – orang yang termasuk dalam jajaran orang – orang terkaya adalah orang yang ahli di bidang sales dan marketing.

Sebut saja Bill Gates yang sangat sukses dengan memarketingkan Microsoft sehingga semua orang di dunia saat ini pasti mengetahui tentang Microsoft. Karena itulah, buat apa kita merasa gengsi melakukan sesuatu yang sebenarnya bisa membuat kita menjadi lebih sukses. Oiya, gengsi juga merupakan salah satu bentuk dan akibat dari limiting belief juga.

Limiting belief lainnya yang perlu kita atasi adalah masalah keuangan. Bisakah kita menemukan orang yang sekarang sukses yang dulunya memiliki kondisi finansial yang kurang baik? Saya yakin pasti kita bisa banyak menemukannya.

Kalau kita hanya melihat kondisi kita saat ini saja, akhirnya limiting belief itu akan terus membelenggu kita sehingga membuat kita enggan bertindak. Salah satu cara solusi lainnya untuk membuat kita bisa mengatasi limiting belief ini adalah dengan mengajukan pertanyaan yang memiliki kekuatan (empowerment). Misalnya, jika saya terus – menerus memiliki limiting belief ini, apa saja kerugian luar biasa yang akan saya alami? Jika saya mengubah limiting belief saya menjadi empowering belief (kepercayaan yang memberdayakan) apa keuntungan luar biasa yang akan saya peroleh?

Inilah yang akhirnya akan membuat kita sanggup untuk mengatasi setiap limiting belief yang kita hadapi. Semoga menginspirasi dan bermanfaat. Life to the FULLEST!

The following two tabs change content below.

Adrian Luis

Corporate Trainer & Professional Coach at Adrian Luis Training Group
Seorang Corporate Trainer & Professional Coach yang telah banyak membantu perusahaan nasional dan UKM serta organisasi non profit di Indonesia untuk meningkatkan kinerjanya. Topik utama yang sering dibawakan terkait Personal Management dan Organizational Management. Fokus dalam Training maupun Coaching adalah Transformasi, sesuai dengan mottonya: Building People and Transforming Lives. Saat ini aktif menjadi Narasumber di berbagai media seperti KerenPreneur iRadio Jakarta 89.6 FM, Suara Khatulistiwa Bangka, serta berbagai media lainnya. Undang Adrian Luis sekarang juga untuk menjawab kebutuhan pelatihan di perusahaan maupun organisasi Anda. Bersiaplah untuk terjadi transformasi! Have a Miracle Day and Expect Miracles! Thank you. I Love you.