+62-815-9988-487 marketing@adrianluis.com

  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • LinkedIn
  • Print

Beberapa hari yang lalu, saya sempat memberikan sesi konsultasi saya kepada salah seorang sahabat saya di luar kota yang sedang mengalami kendala di dalam bisnisnya. Seperti biasanya saya berkomunikasi dengannya melalui pembicaraan di telepon.

Sahabat saya ini mengatakan betapa sulitnya kondisi perekonomian di Indonesia yang sampai – sampai sangat berdampak terhadap bisnis yang sedang dijalaninya saat ini. Alasan demi alasan pun dikemukakan oleh sahabat saya ini berkaitan dengan apa yang sedang dialaminya.

Akhirnya, saya pun jadi tergerak untuk memberikan beberapa solusi pemecahan untuk membantu terjadinya akselerasi dalam bisnisnya. Seperti biasa saya pun memberikan beberapa tips aplikatif yang dapat langsung diaplikasikan.

Disinilah hal menarik terjadi, setiap kali saya melemparkan sebuah ide, selalu terulang pola seperti ini. “Iya sich itu bagus banget, TAPI …”, “Iya sich saya setuju, TAPI …”, “Iya sounds good, TAPI …”, “Bisa sich, TAPI …”, dan begitu banyak kalimat – kalimat dengan pola seperti ini yang dilontarkan.

Saya pun jadi menghentikan semua tips – tips yang saya berikan kepadanya. Saya mengajak dia untuk melihat mindsetnya yang saat ini akan menjadi penghambat terbesar dalam kemajuan usahanya. Kalau dia tetap dengan pola seperti ini, maka solusi secanggih apa pun tetap saja akan NIHIL hasilnya.

Lho, gimana mau tau itu works atau engga kalau belom dicoba? Walaupun tips – tips itu sudah pernah saya coba kepada rekan saya yang lain dan ternyata works. Nah, saya pun menjadi merubah dahulu pola pikirnya dia saat ini.

Akhirnya setelah beberapa menit, saya pun berhasil membantu dia untuk menjadi lebih open mind, mau belajar dan mau TAKE ACTION tentunya. Akhirnya sahabat saya ini pun menjadi lebih antusias serta lebih percaya diri kembali untuk maju dalam bisnis yang sedang dijalaninya saat ini.

Jadi, selama beberapa menit itu ngomongin apa saja yach? Inilah yang mau saya share kepada pembaca semua. Ini yang saya sebut sebagai CAN DO ATTITUDE. Untuk menjadi seorang yang berhasil dalam bidang apa pun juga, tentunya kita mesti memiliki sikap yang namanya CAN DO ATTITUDE.

Can do attitude sendiri, saya menjelaskannya dengan 3 prinsip yaitu C-A-N. Mari kita pelajari hal ini, mungkin saja dengan prinsip CAN ini, Anda akan menjadi lebih LUAR BIASA lagi untuk pencapaian – pencapaian dalam hidup Anda!

Pertama, Cermati apa yang menjadi alasan.

Langkah pertama yang perlu dicermati adalah dengan bertanya apa sich yang menjadi alasan sehingga kita menolak sebuah ide tersebut? Mungkin ada pengalaman masa lalu yang menyebabkan kita jadi tidak berani untuk mengaplikasikan ide tersebut. Seperti kegagalan yang pernah dialami, ataupun ada trauma – trauma di masa lalu. Kalau hal ini terjadi, maka yang harus kita lakukan adalah berdamailah dengan masa lalu. Dalam hidup ini tentunya hanya ada 2 hal yaitu sukses atau belajar.

Saya pun jadi teringat apa yang pernah dikatakan oleh The Best EQ Trainer Indonesia, Anthony Dio Martin yang pernah mengatakan kepada saya, “we can lose the game, BUT don’t lose the LESSON!”. Ya, saat kita mengalami kegagalan, segeralah bertanya apa sich yang dapat pelajari dari kejadian ini, apa sich yang mestinya saya lakukan supaya next time saya lebih baik lagi?

Kedua, Apa sich untung dan ruginya?

Langkah kedua yaitu dengan memikirkan apa sich untung dan ruginya. Dimana – mana dalam kita melakukan sebuah tindakan apa pun juga pastilah terkait dengan untung dan ruginya kita melakukan tindakan tersebut. Jika sesuatu hal akan sangat – sangat memberikan kita sebuah keuntungan yang luar biasa, maka apapun akan berani kita lakukan.

Jika hal tersebut lebih banyak ruginya, pastilah kita akan berpikir berkali – kali untuk melakukan tindakan tersebut. Dalam ilmu Neuro Linguistik Programming kita mengenal yang namanya Moving Away dan Toward Away, yaitu sesuatu yang membawa kita untuk makin menghindar untuk bertindak atau makin maju untuk bertindak.

Tips dari saya adalah mari kita analisa dengan mengajukan pertanyaan seperti ini (questioning technique), apa sich ruginya jika saya ga lakukan tindakan ini sekarang? Kalau saya lakukan tindakan ini sekarang apa untungnya untuk saya? So, kita pasti dengan berani akan bertindak.

Contoh : saat kita mengalami ketakutan untuk promosi dengan memasang iklan di koran. Nah, mari ajukan pertanyaan seperti ini. Apa sich ruginya kalau saya ga melakukannya? Apa untungnya kalau saya melakukannya? Sehingga kita akan menjadi yakin saat menanyakan dengan tepat yang membawa ke jawaban yang tepat (the question are the answer).

Toh, jika kita ga melakukannya, pastilah ada orang lain juga yang berani melakukannya. Jadi sebelum orang lain melakukannya, mari kita melakukannya! Kalaupun ada orang lain yang telah berhasil melakukannya, belajarlah bagaimana caranya sehingga kita bisa meraih keberhasilan yang sama bahkan lebih lagi!

Ketiga, Niatkan untuk bertindak!

The last step is, NIATkan untuk bertindak! Yang membedakan seseorang berhasil maupun gagal adalah tindakannya. Begitu banyak orang yang mengetahui cara untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik. Ditambah lagi sekarang dengan begitu mudahnya kita mendapatkan dan menemukan pengetahuan bahkan mentor yang akan membawa kita menjadi lebih baik.

Tetapi ironisnya sangat sedikit orang yang berani untuk mengambil tindakan (TAKE ACTION). Ayo, kita mesti memiliki sikap untuk berani TAKE ACTION dalam hidup ini. Orang yang berhasil tentunya orang berani TAKE ACTION dalam kehidupannya!

Mari mulai saat ini kita mengaplikasikan prinsip CAN ini dalam kehidupan kita! Saya percaya jika pembaca benar – benar mengaplikasikannya serta mengandalkan Tuhan, masa depan yang lebih baik untuk kita semua pasti adalah hal yang sangat mungkin! Sukses selalu buat Anda semua!

The following two tabs change content below.

Adrian Luis

Corporate Trainer & Professional Coach at Adrian Luis Training Group
Seorang Corporate Trainer & Professional Coach yang telah banyak membantu perusahaan nasional dan UKM serta organisasi non profit di Indonesia untuk meningkatkan kinerjanya. Topik utama yang sering dibawakan terkait Personal Management dan Organizational Management. Fokus dalam Training maupun Coaching adalah Transformasi, sesuai dengan mottonya: Building People and Transforming Lives. Saat ini aktif menjadi Narasumber di berbagai media seperti KerenPreneur iRadio Jakarta 89.6 FM, Suara Khatulistiwa Bangka, serta berbagai media lainnya. Undang Adrian Luis sekarang juga untuk menjawab kebutuhan pelatihan di perusahaan maupun organisasi Anda. Bersiaplah untuk terjadi transformasi! Have a Miracle Day and Expect Miracles! Thank you. I Love you.