<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>www.adrianluis.com &#124; - inspire - enlight - bless &#187; Marketing</title>
	<atom:link href="http://www.adrianluis.com/category/marketing/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.adrianluis.com</link>
	<description>- inspire - enlight - bless -</description>
	<lastBuildDate>Wed, 14 Jul 2010 10:34:03 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>SW SW SW SW</title>
		<link>http://www.adrianluis.com/2009/08/11/sw-sw-sw-sw/</link>
		<comments>http://www.adrianluis.com/2009/08/11/sw-sw-sw-sw/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 11 Aug 2009 16:19:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Adrian Luis</dc:creator>
				<category><![CDATA[Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[pantang menyerah]]></category>
		<category><![CDATA[SW SW SW SW]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.adrianluis.com/?p=309</guid>
		<description><![CDATA[
Mungkin saat pertama kali membaca artikel ini pembaca akan merasakan kebingungan&#8230; Apaan ini? Judul artikelnya ga jelas banget nich! Tapi, tunggu dulu, dalam artikel kali ini saya akan membagikan sebuah rahasia luar biasa untuk menjadi marketing yang luar biasa! 
Tentunya kita ga mau cuma jadi marketing yang biasa &#8211; biasa saja khan? Kita semua mau [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://i25.tinypic.com/2lkekc9.jpg" alt="" width="470" height="320" /></p>
<p style="text-align: justify;">Mungkin saat pertama kali membaca artikel ini pembaca akan merasakan kebingungan&#8230; Apaan ini? Judul artikelnya ga jelas banget nich! Tapi, tunggu dulu, dalam artikel kali ini saya akan membagikan sebuah rahasia luar biasa untuk menjadi marketing yang luar biasa! <span id="more-309"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Tentunya kita ga mau cuma jadi marketing yang biasa &#8211; biasa saja khan? Kita semua mau menjadi marketing yang LUAR BIASA bukan? Setuju? Kalau setuju mari kita lanjutkan pembahasan ini&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;">SW SW SW SW, merupakam sebuah singkatan dari <strong>S</strong>omeone <strong>W</strong>ill, <strong>S</strong>omeone <strong>W</strong>on&#8217;t, <strong>S</strong>o <strong>W</strong>hat? <strong>S</strong>omeone&#8217;s <strong>W</strong>aiting! Ini merupakan sebuah rahasia yang sampai hari ini terus saya praktekkan untuk meraih setiap keberhasilan dalam transaksi marketing maupun bisnis saya.</p>
<p style="text-align: justify;">Ya, dalam menawarkan sebuah produk ataupun jasa, kita ga pernah lepas dari yang namanya <strong>PENOLAKAN</strong>! Jika setiap kita memahami dan mempraktekkan strategi ini, maka respon terhadap penolakan akan berbeda.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam menawarkan sesuatu, pastilah ada orang yang menginginkan, ada juga yang tidak menginginkannya, jadi kenapa harus pusing? Karena pasti ada seseorang yang sedang menunggu kita!</p>
<p style="text-align: justify;">Biasanya saat kita melakukan penawaran suatu produk atau jasa kita, yang terburuk terjadi adalah dari 10 kali kita melakukan penawaran, hanya ada 1 yang akan <strong>DEAL</strong>!</p>
<p style="text-align: justify;">Tips dari saya adalah biasanya saat kita menghadapi penolakan maka yang kita lakukan adalah berhitung maju. Misal, penolakan 1 &#8211; penolakan 2 &#8211; penolakan 3 &#8211; penolakan 4 &#8211; dst. Jika kita berhitung maju, biasanya saat sudah menghadapi penolakan yang ke 3 saja sudah mulai putus asa!</p>
<p style="text-align: justify;">Tipsnya adalah mari kita balik dengan <strong>HITUNG MUNDUR</strong>! Hitung dari 10 sampai 1. Misal : penolakan 10 &#8211; penolakan 9 &#8211; penolakan 8 &#8211; dst. Dengan angka yang semakin kecil, maka kita akan semakin bersemangat karena semakin dekat dengan DEAL. Kalau sudah DEAL lebih cepat, bagus dan syukuri, dan mulai kembali hitung mundur dari 10 lagi!</p>
<p style="text-align: justify;">Semoga tips ini bermanfaat untuk menjadikan pembaca semua menjadi marketing maupun pengusaha yang luar biasa!</p>



Share and Enjoy:


	<a rel="nofollow" target="_blank" href="http://delicious.com/post?url=http%3A%2F%2Fwww.adrianluis.com%2F2009%2F08%2F11%2Fsw-sw-sw-sw%2F&amp;title=SW%20SW%20SW%20SW&amp;notes=%0D%0AMungkin%20saat%20pertama%20kali%20membaca%20artikel%20ini%20pembaca%20akan%20merasakan%20kebingungan...%20Apaan%20ini%3F%20Judul%20artikelnya%20ga%20jelas%20banget%20nich%21%20Tapi%2C%20tunggu%20dulu%2C%20dalam%20artikel%20kali%20ini%20saya%20akan%20membagikan%20sebuah%20rahasia%20luar%20biasa%20untuk%20menjadi%20marketing%20y" title="del.icio.us"><img src="http://www.adrianluis.com/wp-content/plugins/sociable/images/delicious.png" title="del.icio.us" alt="del.icio.us" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow" target="_blank" href="http://www.facebook.com/share.php?u=http%3A%2F%2Fwww.adrianluis.com%2F2009%2F08%2F11%2Fsw-sw-sw-sw%2F&amp;t=SW%20SW%20SW%20SW" title="Facebook"><img src="http://www.adrianluis.com/wp-content/plugins/sociable/images/facebook.png" title="Facebook" alt="Facebook" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow" target="_blank" href="http://www.google.com/bookmarks/mark?op=edit&amp;bkmk=http%3A%2F%2Fwww.adrianluis.com%2F2009%2F08%2F11%2Fsw-sw-sw-sw%2F&amp;title=SW%20SW%20SW%20SW&amp;annotation=%0D%0AMungkin%20saat%20pertama%20kali%20membaca%20artikel%20ini%20pembaca%20akan%20merasakan%20kebingungan...%20Apaan%20ini%3F%20Judul%20artikelnya%20ga%20jelas%20banget%20nich%21%20Tapi%2C%20tunggu%20dulu%2C%20dalam%20artikel%20kali%20ini%20saya%20akan%20membagikan%20sebuah%20rahasia%20luar%20biasa%20untuk%20menjadi%20marketing%20y" title="Google Bookmarks"><img src="http://www.adrianluis.com/wp-content/plugins/sociable/images/googlebookmark.png" title="Google Bookmarks" alt="Google Bookmarks" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow" target="_blank" href="mailto:?subject=SW%20SW%20SW%20SW&amp;body=http%3A%2F%2Fwww.adrianluis.com%2F2009%2F08%2F11%2Fsw-sw-sw-sw%2F" title="E-mail this story to a friend!"><img src="http://www.adrianluis.com/wp-content/plugins/sociable/images/email_link.png" title="E-mail this story to a friend!" alt="E-mail this story to a friend!" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow" target="_blank" href="http://www.linkedin.com/shareArticle?mini=true&amp;url=http%3A%2F%2Fwww.adrianluis.com%2F2009%2F08%2F11%2Fsw-sw-sw-sw%2F&amp;title=SW%20SW%20SW%20SW&amp;source=www.adrianluis.com+%7C+-+inspire+-+enlight+-+bless+-+inspire+-+enlight+-+bless+-&amp;summary=%0D%0AMungkin%20saat%20pertama%20kali%20membaca%20artikel%20ini%20pembaca%20akan%20merasakan%20kebingungan...%20Apaan%20ini%3F%20Judul%20artikelnya%20ga%20jelas%20banget%20nich%21%20Tapi%2C%20tunggu%20dulu%2C%20dalam%20artikel%20kali%20ini%20saya%20akan%20membagikan%20sebuah%20rahasia%20luar%20biasa%20untuk%20menjadi%20marketing%20y" title="LinkedIn"><img src="http://www.adrianluis.com/wp-content/plugins/sociable/images/linkedin.png" title="LinkedIn" alt="LinkedIn" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow" target="_blank" href="http://www.myspace.com/Modules/PostTo/Pages/?u=http%3A%2F%2Fwww.adrianluis.com%2F2009%2F08%2F11%2Fsw-sw-sw-sw%2F&amp;t=SW%20SW%20SW%20SW" title="MySpace"><img src="http://www.adrianluis.com/wp-content/plugins/sociable/images/myspace.png" title="MySpace" alt="MySpace" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow" target="_blank" href="http://www.printfriendly.com/print?url=http%3A%2F%2Fwww.adrianluis.com%2F2009%2F08%2F11%2Fsw-sw-sw-sw%2F" title="Print this article!"><img src="http://www.adrianluis.com/wp-content/plugins/sociable/images/printfriendly.png" title="Print this article!" alt="Print this article!" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow" target="_blank" href="http://www.stumbleupon.com/submit?url=http%3A%2F%2Fwww.adrianluis.com%2F2009%2F08%2F11%2Fsw-sw-sw-sw%2F&amp;title=SW%20SW%20SW%20SW" title="StumbleUpon"><img src="http://www.adrianluis.com/wp-content/plugins/sociable/images/stumbleupon.png" title="StumbleUpon" alt="StumbleUpon" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow" target="_blank" href="http://technorati.com/faves?add=http%3A%2F%2Fwww.adrianluis.com%2F2009%2F08%2F11%2Fsw-sw-sw-sw%2F" title="Technorati"><img src="http://www.adrianluis.com/wp-content/plugins/sociable/images/technorati.png" title="Technorati" alt="Technorati" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow" target="_blank" href="http://twitter.com/home?status=http%3A%2F%2Fwww.adrianluis.com%2F2009%2F08%2F11%2Fsw-sw-sw-sw%2F" title="TwitThis"><img src="http://www.adrianluis.com/wp-content/plugins/sociable/images/twitter.png" title="TwitThis" alt="TwitThis" class="sociable-hovers" /></a>


<br/><br/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.adrianluis.com/2009/08/11/sw-sw-sw-sw/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Marketing YOURSELF!</title>
		<link>http://www.adrianluis.com/2009/08/11/marketing-yourself/</link>
		<comments>http://www.adrianluis.com/2009/08/11/marketing-yourself/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 11 Aug 2009 08:52:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Adrian Luis</dc:creator>
				<category><![CDATA[Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[marketing yourself]]></category>
		<category><![CDATA[penampilan]]></category>
		<category><![CDATA[percaya diri]]></category>
		<category><![CDATA[product knowledge]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.adrianluis.com/?p=301</guid>
		<description><![CDATA[
Baru saja minggu lalu, ada salah seorang peserta pelatihan menghampiri saya dan bertanya mengenai topik marketing. Topik ini selalu menjadi salah satu topik yang saya sukai dan saya nikmati untuk dibahas.
Orang tersebut bertanya kepada saya mengenai tips bagaimana untuk dapat lebih luar biasa lagi dalam memarketingkan produk yang saat ini sedang dipasarkan. Lantas, dia menceritakan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://i29.tinypic.com/j5xdtv.jpg" alt="" width="470" height="320" /></p>
<p style="text-align: justify;">Baru saja minggu lalu, ada salah seorang peserta pelatihan menghampiri saya dan bertanya mengenai topik marketing. Topik ini selalu menjadi salah satu topik yang saya sukai dan saya nikmati untuk dibahas.<span id="more-301"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Orang tersebut bertanya kepada saya mengenai tips bagaimana untuk dapat lebih luar biasa lagi dalam memarketingkan produk yang saat ini sedang dipasarkan. Lantas, dia menceritakan mengenai kisahnya bagaimana selama ini yang dilakukan untuk memarketingkan produknya.</p>
<p style="text-align: justify;">Saya menyadari selama pembicaraan dengannya, produk yang dipasarkan merupakan produk yang bagus dan layak untuk dipasarkan. Tetapi, saya menemukan suatu masalah yaitu bahwa ia tidak percaya diri untuk menjual produk tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">Hal inilah yang sebenarnya menjadi penghambat untuk sukses dalam marketing. Ada sebuah pepatah dari para marketer yang sukses yang mengatakan, &#8220;before you sell your product, sell yourself first!&#8221;. Ya, sebelum memarketingkan produk tentunya yang harus kita lakukan pertama kali adalah memarketingkan diri kita dulu sebagai marketernya.</p>
<p style="text-align: justify;">Disinilah diperlukan yang namanya percaya diri serta yakin bahwa produk yang kita jual adalah bagus. Ada beberapa tips yang bisa kita lakukan untuk menjadi seorang marketing yang handal dengan memarketingkan diri kita terlebih dahulu.</p>
<p style="text-align: justify;">Ini adalah 3 (tiga) simple tips yang saya berikan untuk Anda pembaca setia blog ini :</p>
<p style="text-align: justify;">1. <strong>Mulailah dengan memperhatikan penampilan Anda.</strong> Penampilan tidak harus selalu mahal, tetapi berpenampilanlah yang baik, sopan, dan bersih. Cobalah Anda membayangkan seolah &#8211; olah Anda menjadi customer yang akan membeli dari Anda. Apa yang akan Anda lihat, apakah cukup OK dimata orang lain? Perhatikanlah penampilan Anda!</p>
<p style="text-align: justify;">2. <strong>Percaya diri!</strong> Dalam berbicara, dan menjelaskan sebuah produk yang ditawarkan, berbicaralah dengan penuh keyakinan dan percaya diri. Pastikan customer yang mendengar Anda dapat merasakan semangat sebagai seorang marketer. Coba saja jika pertanyaan ini saya balik, mau beli kepada marketer yang manakah kita? Marketer yang menawarkan produknya dengan loyo dan ogah2an atau marketer yang menawarkan produknya dengan antusias? Sudah tahu jawabannya khan? Mari pilih yang terbaik!</p>
<p style="text-align: justify;">3. <strong>Kuasai produk knowledge!</strong> Sekarang ini telah terjadi pergeseran bahwa orang yang membeli sesuatu karena merasakan ada benefit yang didapatkan dengan memiliki produk tersebut. Salah satu rangkaian marketing yourself, mari kita sebagai seorang marketer kuasai mengenai apa yang sedang kita tawarkan, ketahui juga apa benefit yang ditawarkan.</p>
<p style="text-align: justify;">Semoga 3 (tiga) tips singkat ini akan menginspirasi pembaca menjadi marketer yang handal! Ingat, sebelum memasarkan produk Anda, hal pertama yang harus dilakukan adalah MARKETING YOURSELF!</p>



Share and Enjoy:


	<a rel="nofollow" target="_blank" href="http://delicious.com/post?url=http%3A%2F%2Fwww.adrianluis.com%2F2009%2F08%2F11%2Fmarketing-yourself%2F&amp;title=Marketing%20YOURSELF%21&amp;notes=%0D%0ABaru%20saja%20minggu%20lalu%2C%20ada%20salah%20seorang%20peserta%20pelatihan%20menghampiri%20saya%20dan%20bertanya%20mengenai%20topik%20marketing.%20Topik%20ini%20selalu%20menjadi%20salah%20satu%20topik%20yang%20saya%20sukai%20dan%20saya%20nikmati%20untuk%20dibahas.%0D%0AOrang%20tersebut%20bertanya%20kepada%20saya%20mengen" title="del.icio.us"><img src="http://www.adrianluis.com/wp-content/plugins/sociable/images/delicious.png" title="del.icio.us" alt="del.icio.us" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow" target="_blank" href="http://www.facebook.com/share.php?u=http%3A%2F%2Fwww.adrianluis.com%2F2009%2F08%2F11%2Fmarketing-yourself%2F&amp;t=Marketing%20YOURSELF%21" title="Facebook"><img src="http://www.adrianluis.com/wp-content/plugins/sociable/images/facebook.png" title="Facebook" alt="Facebook" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow" target="_blank" href="http://www.google.com/bookmarks/mark?op=edit&amp;bkmk=http%3A%2F%2Fwww.adrianluis.com%2F2009%2F08%2F11%2Fmarketing-yourself%2F&amp;title=Marketing%20YOURSELF%21&amp;annotation=%0D%0ABaru%20saja%20minggu%20lalu%2C%20ada%20salah%20seorang%20peserta%20pelatihan%20menghampiri%20saya%20dan%20bertanya%20mengenai%20topik%20marketing.%20Topik%20ini%20selalu%20menjadi%20salah%20satu%20topik%20yang%20saya%20sukai%20dan%20saya%20nikmati%20untuk%20dibahas.%0D%0AOrang%20tersebut%20bertanya%20kepada%20saya%20mengen" title="Google Bookmarks"><img src="http://www.adrianluis.com/wp-content/plugins/sociable/images/googlebookmark.png" title="Google Bookmarks" alt="Google Bookmarks" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow" target="_blank" href="mailto:?subject=Marketing%20YOURSELF%21&amp;body=http%3A%2F%2Fwww.adrianluis.com%2F2009%2F08%2F11%2Fmarketing-yourself%2F" title="E-mail this story to a friend!"><img src="http://www.adrianluis.com/wp-content/plugins/sociable/images/email_link.png" title="E-mail this story to a friend!" alt="E-mail this story to a friend!" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow" target="_blank" href="http://www.linkedin.com/shareArticle?mini=true&amp;url=http%3A%2F%2Fwww.adrianluis.com%2F2009%2F08%2F11%2Fmarketing-yourself%2F&amp;title=Marketing%20YOURSELF%21&amp;source=www.adrianluis.com+%7C+-+inspire+-+enlight+-+bless+-+inspire+-+enlight+-+bless+-&amp;summary=%0D%0ABaru%20saja%20minggu%20lalu%2C%20ada%20salah%20seorang%20peserta%20pelatihan%20menghampiri%20saya%20dan%20bertanya%20mengenai%20topik%20marketing.%20Topik%20ini%20selalu%20menjadi%20salah%20satu%20topik%20yang%20saya%20sukai%20dan%20saya%20nikmati%20untuk%20dibahas.%0D%0AOrang%20tersebut%20bertanya%20kepada%20saya%20mengen" title="LinkedIn"><img src="http://www.adrianluis.com/wp-content/plugins/sociable/images/linkedin.png" title="LinkedIn" alt="LinkedIn" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow" target="_blank" href="http://www.myspace.com/Modules/PostTo/Pages/?u=http%3A%2F%2Fwww.adrianluis.com%2F2009%2F08%2F11%2Fmarketing-yourself%2F&amp;t=Marketing%20YOURSELF%21" title="MySpace"><img src="http://www.adrianluis.com/wp-content/plugins/sociable/images/myspace.png" title="MySpace" alt="MySpace" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow" target="_blank" href="http://www.printfriendly.com/print?url=http%3A%2F%2Fwww.adrianluis.com%2F2009%2F08%2F11%2Fmarketing-yourself%2F" title="Print this article!"><img src="http://www.adrianluis.com/wp-content/plugins/sociable/images/printfriendly.png" title="Print this article!" alt="Print this article!" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow" target="_blank" href="http://www.stumbleupon.com/submit?url=http%3A%2F%2Fwww.adrianluis.com%2F2009%2F08%2F11%2Fmarketing-yourself%2F&amp;title=Marketing%20YOURSELF%21" title="StumbleUpon"><img src="http://www.adrianluis.com/wp-content/plugins/sociable/images/stumbleupon.png" title="StumbleUpon" alt="StumbleUpon" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow" target="_blank" href="http://technorati.com/faves?add=http%3A%2F%2Fwww.adrianluis.com%2F2009%2F08%2F11%2Fmarketing-yourself%2F" title="Technorati"><img src="http://www.adrianluis.com/wp-content/plugins/sociable/images/technorati.png" title="Technorati" alt="Technorati" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow" target="_blank" href="http://twitter.com/home?status=http%3A%2F%2Fwww.adrianluis.com%2F2009%2F08%2F11%2Fmarketing-yourself%2F" title="TwitThis"><img src="http://www.adrianluis.com/wp-content/plugins/sociable/images/twitter.png" title="TwitThis" alt="TwitThis" class="sociable-hovers" /></a>


<br/><br/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.adrianluis.com/2009/08/11/marketing-yourself/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pentingnya customer service!</title>
		<link>http://www.adrianluis.com/2009/03/07/pentingnya-customer-service/</link>
		<comments>http://www.adrianluis.com/2009/03/07/pentingnya-customer-service/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 07 Mar 2009 16:22:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Adrian Luis</dc:creator>
				<category><![CDATA[Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[cutomer service]]></category>
		<category><![CDATA[referensi]]></category>
		<category><![CDATA[sales]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.adrianluis.com/?p=144</guid>
		<description><![CDATA[
Customer Service adalah hal penting dan kadang kala disepelekan oleh orang yang melakukan transaksi penjualan maupun penawaran terhadap suatu produk. Memang hal ini kadang mudah bagi seseorang tetapi kadang kala menjadi suatu hal yang sulit bahkan kompleks bagi seseorang.Bagi kita yang tentunya terjun dalam dunia bisnis, sales maupun marketing tentunya mengetahui bahwa pelanggan yang luar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="alignnone" src="http://brettduncan.files.wordpress.com/2008/01/customer-service.jpg" alt="" width="588" height="400" /></p>
<p style="text-align: justify;">Customer Service adalah hal penting dan kadang kala disepelekan oleh orang yang melakukan transaksi penjualan maupun penawaran terhadap suatu produk. Memang hal ini kadang mudah bagi seseorang tetapi kadang kala menjadi suatu hal yang sulit bahkan kompleks bagi seseorang.<span id="more-144"></span>Bagi kita yang tentunya terjun dalam dunia bisnis, sales maupun marketing tentunya mengetahui bahwa pelanggan yang luar biasa adalah pelanggan yang mampu mereferensikan (mengundang) pelanggan baru lainnya sehingga ia memilih produk atau jasa yang kita tawarkan. Untuk dapat menciptakan hal ini tentunya customer service memiliki peranan yang penting.</p>
<p style="text-align: justify;">Contohlah begini : Beberapa hari yang lalu, saya baru saja mencari untuk membeli layanan nomor perdana Internet Unlimited. Saya sadar bahwa untuk saat ini nomor perdana ini tidaklah mudah didapat karena lonjakkan permintaan yang ada. Nomor perdana yang dibeli bandrol harga oleh sang provider ini seharga XXX rb, umumnya jika kita mencari di beberapa toko beberapa bulan yang lalu bahkan bisa didapat dengan harga yang lebih murah sekitar 20%.</p>
<p style="text-align: justify;">Memang disini hukum permintaan dan penawaran berlaku, saat permintaan tinggi sedangkan barang yang ditawarkan tidak sebanyak permintaan, hal yang terjadi adalah terjadinya kelangkaan barang di pasaran dan harga bergerak naik karena barang banyak yang kosong.</p>
<p style="text-align: justify;">Nah, hal yang menarik disini yang terkait dengan customer service adalah seperti ini. Hari jumat tepatnya sehabis saya pulang dari kantor saya, segera saya menuju sebuah pusat perbelanjaan di daerah bilangan elite Jakarta. Langsung saja saya menuju Customer Center dari provider tersebut, disana ternyata perdananya habis dan saya disambut dengan ramah disana. Saya pun kemudian bertanya dimana di gedung ini saya dapat mendapatkan perdananya, kemudian saya diberitahu di suatu toko pusat pembeliaan handphone yang terkenal di Jakarta  yang terletak hanya 1 lantai dari  Customer Center provider tersebut. Pembelajaran yang baik disini adalah walau saya tidak membeli barang disana karena barangnya habis, tetapi customer service personnya mau memberikan informasi, dan tentunya ini contoh customer service yang baik!</p>
<p style="text-align: justify;">Ternyata saat saya pergi menuju ke toko berikutnya, disana pun didapati kalau barangnya ternyata tidak ada juga. Lagi &#8211; lagi customer service yang terjadi bagus. Jadi tidaklah mengherankan toko tersebut dapat menjadi salah satu bisnis yang berkembang di Indonesia. Akhirnya oleh toko tersebut, saya pun direferensikan ke sebuah toko yang ada di dekat sebuah supermarket besar yang kebetulan berada di dalam gedung itu pula.</p>
<p style="text-align: justify;">Disinilah hal menarik terjadi. Setelah 2x saya mendapatkan perlakuan customer service yang baik, maka ini merupakan contoh customer service yang bisa menjadi bahan pembelajaran buat kita semua. Terima kasih sekali karena dengan kejadian ini maka saya dapat belajar tentang customer service. Saat saya bertanya kepada sang customer service, saya diberitahu bahwa harganya adalah XXX rb, senang donk tentunya mendapatkan barang yang dicari dan harga sesuai dengan harga yang tertera pada produknya. Saya pun kemudian menuju ATM yang dekat dari situ untuk segera mengambil uang karena saat itu kebetulan tidak membawa uang cash dan di counter tersebut tidak bisa melakukan transaksi debit.</p>
<p style="text-align: justify;">Menariknya setelah mengambil uang dan saya mau membayar, tiba &#8211; tiba saja si penjual mengatakan bahwa harganya berubah naik 20% dari harga yang tertera. Saya pun tentu saja kaget. Lho koq bisa? Dengan entengnya dia menjawab ini lagi ada program baru. Saya pun bertanya &#8211; tanya dalam hati lagi program baru dari mana? Lalu kemudian saya ditunjukkan dengan sebuah nota copy yang harganya diubah, tertulis XXX rb tetapi dengan ballpoint warna lain angka XXX ditumpuk dengan angka XXX yang sudah dimarkup 20%.  Saya juga sadar pasti ini dilakukan pada saat saya ambil uang di ATM. Akhirnya saya pun tidak jadi membeli disana. Bukannya karena selisih 20%-nya, tetapi karena saya merasa harus memberikan suatu pembelajaran yang bagus mengenai customer service dan integritas. Karena saya merasa hal ini seperti dibuat &#8212; buat.</p>
<p style="text-align: justify;">Mungkin Anda semua pernah mengalami hal seperti ini bahkan mungkin lebih parah lagi. Tapi point saya adalah begini, buat apa kita menang dalam hal kecil tetapi untuk jangka panjang kita kalah. Dengan kondisi seperti ini maka yang terjadi bisa saja orang bukannya mempromosikan hal yang positif terhadap bisnis, produk maupun jasa kita tetapi mempromosikan hal yang negatif. Khan sayang sekali dengan proses yang telah kita lakukan untuk membangun citra kita sebelumnya. Yuk mari mulai hari ini kita sama &#8211; sama belajar untuk terus meningkatkan customer service kita&#8230;</p>



Share and Enjoy:


	<a rel="nofollow" target="_blank" href="http://delicious.com/post?url=http%3A%2F%2Fwww.adrianluis.com%2F2009%2F03%2F07%2Fpentingnya-customer-service%2F&amp;title=Pentingnya%20customer%20service%21&amp;notes=%0D%0ACustomer%20Service%20adalah%20hal%20penting%20dan%20kadang%20kala%20disepelekan%20oleh%20orang%20yang%20melakukan%20transaksi%20penjualan%20maupun%20penawaran%20terhadap%20suatu%20produk.%20Memang%20hal%20ini%20kadang%20mudah%20bagi%20seseorang%20tetapi%20kadang%20kala%20menjadi%20suatu%20hal%20yang%20sulit%20bahkan%20" title="del.icio.us"><img src="http://www.adrianluis.com/wp-content/plugins/sociable/images/delicious.png" title="del.icio.us" alt="del.icio.us" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow" target="_blank" href="http://www.facebook.com/share.php?u=http%3A%2F%2Fwww.adrianluis.com%2F2009%2F03%2F07%2Fpentingnya-customer-service%2F&amp;t=Pentingnya%20customer%20service%21" title="Facebook"><img src="http://www.adrianluis.com/wp-content/plugins/sociable/images/facebook.png" title="Facebook" alt="Facebook" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow" target="_blank" href="http://www.google.com/bookmarks/mark?op=edit&amp;bkmk=http%3A%2F%2Fwww.adrianluis.com%2F2009%2F03%2F07%2Fpentingnya-customer-service%2F&amp;title=Pentingnya%20customer%20service%21&amp;annotation=%0D%0ACustomer%20Service%20adalah%20hal%20penting%20dan%20kadang%20kala%20disepelekan%20oleh%20orang%20yang%20melakukan%20transaksi%20penjualan%20maupun%20penawaran%20terhadap%20suatu%20produk.%20Memang%20hal%20ini%20kadang%20mudah%20bagi%20seseorang%20tetapi%20kadang%20kala%20menjadi%20suatu%20hal%20yang%20sulit%20bahkan%20" title="Google Bookmarks"><img src="http://www.adrianluis.com/wp-content/plugins/sociable/images/googlebookmark.png" title="Google Bookmarks" alt="Google Bookmarks" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow" target="_blank" href="mailto:?subject=Pentingnya%20customer%20service%21&amp;body=http%3A%2F%2Fwww.adrianluis.com%2F2009%2F03%2F07%2Fpentingnya-customer-service%2F" title="E-mail this story to a friend!"><img src="http://www.adrianluis.com/wp-content/plugins/sociable/images/email_link.png" title="E-mail this story to a friend!" alt="E-mail this story to a friend!" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow" target="_blank" href="http://www.linkedin.com/shareArticle?mini=true&amp;url=http%3A%2F%2Fwww.adrianluis.com%2F2009%2F03%2F07%2Fpentingnya-customer-service%2F&amp;title=Pentingnya%20customer%20service%21&amp;source=www.adrianluis.com+%7C+-+inspire+-+enlight+-+bless+-+inspire+-+enlight+-+bless+-&amp;summary=%0D%0ACustomer%20Service%20adalah%20hal%20penting%20dan%20kadang%20kala%20disepelekan%20oleh%20orang%20yang%20melakukan%20transaksi%20penjualan%20maupun%20penawaran%20terhadap%20suatu%20produk.%20Memang%20hal%20ini%20kadang%20mudah%20bagi%20seseorang%20tetapi%20kadang%20kala%20menjadi%20suatu%20hal%20yang%20sulit%20bahkan%20" title="LinkedIn"><img src="http://www.adrianluis.com/wp-content/plugins/sociable/images/linkedin.png" title="LinkedIn" alt="LinkedIn" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow" target="_blank" href="http://www.myspace.com/Modules/PostTo/Pages/?u=http%3A%2F%2Fwww.adrianluis.com%2F2009%2F03%2F07%2Fpentingnya-customer-service%2F&amp;t=Pentingnya%20customer%20service%21" title="MySpace"><img src="http://www.adrianluis.com/wp-content/plugins/sociable/images/myspace.png" title="MySpace" alt="MySpace" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow" target="_blank" href="http://www.printfriendly.com/print?url=http%3A%2F%2Fwww.adrianluis.com%2F2009%2F03%2F07%2Fpentingnya-customer-service%2F" title="Print this article!"><img src="http://www.adrianluis.com/wp-content/plugins/sociable/images/printfriendly.png" title="Print this article!" alt="Print this article!" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow" target="_blank" href="http://www.stumbleupon.com/submit?url=http%3A%2F%2Fwww.adrianluis.com%2F2009%2F03%2F07%2Fpentingnya-customer-service%2F&amp;title=Pentingnya%20customer%20service%21" title="StumbleUpon"><img src="http://www.adrianluis.com/wp-content/plugins/sociable/images/stumbleupon.png" title="StumbleUpon" alt="StumbleUpon" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow" target="_blank" href="http://technorati.com/faves?add=http%3A%2F%2Fwww.adrianluis.com%2F2009%2F03%2F07%2Fpentingnya-customer-service%2F" title="Technorati"><img src="http://www.adrianluis.com/wp-content/plugins/sociable/images/technorati.png" title="Technorati" alt="Technorati" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow" target="_blank" href="http://twitter.com/home?status=http%3A%2F%2Fwww.adrianluis.com%2F2009%2F03%2F07%2Fpentingnya-customer-service%2F" title="TwitThis"><img src="http://www.adrianluis.com/wp-content/plugins/sociable/images/twitter.png" title="TwitThis" alt="TwitThis" class="sociable-hovers" /></a>


<br/><br/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.adrianluis.com/2009/03/07/pentingnya-customer-service/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sukses dengan kreatifitas</title>
		<link>http://www.adrianluis.com/2009/02/09/sukses-dengan-kreatifitas/</link>
		<comments>http://www.adrianluis.com/2009/02/09/sukses-dengan-kreatifitas/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Feb 2009 17:08:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Adrian Luis</dc:creator>
				<category><![CDATA[Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[adrian luis]]></category>
		<category><![CDATA[berpikir kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[brainstorming]]></category>
		<category><![CDATA[ide]]></category>
		<category><![CDATA[inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[mindmap]]></category>
		<category><![CDATA[pikiran kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[success]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.adrianluis.com/?p=113</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa waktu yang lalu, saya menerima email dari teman saya yang merupakan seorang pengusaha. DIa meminta saran kepada saya bagaimana dia dapat bersaing dalam pasar di mana saat ini terjadi tingkat kompetisi yang sangat tinggi dan sangat ketat. Saya pun kemudian memberikan beberapa tips dan ide – ide kepadanya, akan tetapi yang menjadi pusat perhatiannya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft size-full wp-image-115" style="margin: 10px;" title="success_creative_t" src="http://www.adrianluis.com/wp-content/uploads/2009/02/success_creative_t.jpg" alt="success_creative_t" width="70" height="70" />Beberapa waktu yang lalu, saya menerima email dari teman saya yang merupakan seorang pengusaha. DIa meminta saran kepada saya bagaimana dia dapat bersaing dalam pasar di mana saat ini terjadi tingkat kompetisi yang sangat tinggi dan sangat ketat. Saya pun kemudian memberikan beberapa tips dan ide – ide kepadanya, akan tetapi yang menjadi pusat perhatiannya adalah hal mengenai kreativitas.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-113"></span><br />
Dengan begitu pesimisnya, dia mengatakan bahwa di dalam dirinya tidak ada kreatifitas. Hey! Orang yang mengatakan kepada dirinya sendiri bahwa mereka lemah, gagal, bahkan tidak berdaya, sesungguhnya mereka sendirilah yang memutuskan untuk menjadi seperti itu!</p>
<p style="text-align: justify;">Mengembangkan proses berpikir kreatif sebenarnya tidaklah jauh berbeda dengan belajar berolahraga. Dimana hal ini dimulai dengan seseorang menunjukkan kepada kita misalnya bagaimana posisi kita berdiri, bagaimana cara kita bergerak, serta bagaimana teknik – teknik tambahan yang lain sehingga kita dapat menjadi atlet yang mahir.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah minimalnya satu kali saja kita sudah mempelajarinya, maka hal berikutnya yang harus kita lakukan adalah berlatih dan terus berlatih sampai mahir. Sehingga pada saat bertanding, sebenarnya kita sudah menempatkan diri kita secara otomatis untuk bergerak dan melakukan seperti yang sering kita lakukan untuk menghasilkan yang terbaik. Sehingga adalah hal yang mudah bagi kita untuk bereaksi sesuai dengan pembiasaan yang telah kita lakukan selama latihan, dan tentunya tingkat kekhawatiran kita pun akan menjadi berkurang.</p>
<p style="text-align: justify;">Hal yang sama yang dapat dikatakan bagaimana menjadi seorang yang kreatif adalah pertama – tama kita harus mempelajari teknik – teknik bagaimana dapat mengembangkan proses berpikir kreatif kemudian diikuti dengan melatih hal itu terus – menerus, tetap terbuka dengan segala macam kemungkinan yang tidak ada batasnya walaupun mungkin hal tersebut tampak mustahil.</p>
<p style="text-align: justify;">Bagaimana caranya melatih pikiran kita untuk menjadi pribadi yang penuh dengan kraetifitas? Syarat utamanya adalah pertama – tama kita harus percaya bahwa kita adalah pribadi yang kreatif, kemudian ikuti apa yang perlu dilakukan untuk melatih pikiran menjadi lebih kreatif dalam berbegai macam cara.</p>
<p style="text-align: justify;">Mari kita mempelajari beberapa aktivitas untuk memompa pikiran kita menjadi lebih kreatif dan melakukan aktifitas yang akan memperlebar kepekaan indra kreatifitas kita.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Pertama, Mendengarkan dengan sungguh &#8211; sungguh</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Mendengarkan dengan sungguh – sungguh adalah penting untuk segalanya. Jangan terburu – buru dalam mengambil suatu kesimpulan. Ini adalah hal yang penting jika kita mau menciptakan sebuah produk yang akan memenangkan banyak hati konsumen. Ingatlah mendengarkan dengan sungguh – sungguh tidaklah sama dengan sekedar mendengarkan saja.</p>
<p style="text-align: justify;">Analisalah setiap hal yang didengar! Belajarlah mendengarkan radio yang berbeda, menonton stasiun TV yang berbeda. Perhatikanlah jika kita yang menjadi pendengar atau penontonnya. Siapakah yang pada akhirnya akan menjadi pendengar atau penonton yang setia atau hanya sesekali saja. Apakah orang – orang penting dan berpengaruh akan memperhatikannya? Bagaimana pasarnya?</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Kedua, Brainstorm</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Brainstorming dapat menjadi langkah yang efektif untuk menghasilkan ide – ide yang kreatif. Bagaimanapun juga sebelum melakukan proses brainstorming ini, tentunya tentukanlah terlebih dahulu subjek yang akan menjadi pembahasan brainstorming.</p>
<p style="text-align: justify;">Ambillah sebuah pensil dan selembar kertas kosong. Mulailah menulis apa pun yang muncul dalam pikiran kita. Jika tidak ada yang muncul dalam pikiran, tetaplah tuliskan apa saja yang muncul kemudian kembangkanlah dari hal itu. Cara terbaik yang dapat dilakukan misalnya dengan membuat MindMap.</p>
<p style="text-align: justify;">Contohnya, ide bagaimana menciptakan kehidupan yang lebih baik. Mulailah dengan bertanya, kehidupan seperti apakah yang mau kita raih? Kapankah kita akan mencapainya? Bagaimanakah kita akan meraihnya? Dimana kita akan merealisasikannya? Siapa saja orang yang sudah berhasil mencapainya, jika ada? Kenapa kita mau mencapai hal ini? Kembangkanlah ide – ide yang muncul, ini adalah latihan yang baik sekali untuk membuat pikiran kita berpikir secara kreatif (think outside the box)</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Ketiga, Hadapi hal yang negatif dengan yang positif</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Mungkin inilah hal yang lebih penting yang harus kita lakukan. Kapan pun saat kita mau melakukan sesuatu, tetapi pikiran kita mengatakan hal itu adalah hal yang mustahil, tidak bisa, tidak mungkin. Tuliskanlah pikiran – pikiran itu, kemudian selanjutnya tuliskanlah minimal 2 atau 3 alasan yang menyebabkan hal itu adalah hal yang mungkin dan bisa untuk dilakukan. Buat hal positif lebih banyak sehingga pikiran kita akan menyadari bahwa ada jalan untuk melakukannya. Lakukan hal ini secepat dan sesering mungkin. Setelah kita terbiasa melakukan hal ini berulang kali hingga menjadi kebiasaan, maka pikiran kita akan bereaksi secara otomatis dengan memberikan minimal 2 atau 3 pikiran positif saat kita memikirkan hal yang negatif!</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Keempat, Siap siagalah!</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Jika kita sedang mencari ide kreatif, pastikan di dekat kita selalu ada yang dapat membantu kita untuk mencatat hal yang akan menjadi ide kreatif, entah itu pensil atau ballpoint dengan kertas, handphone dimana kita bisa mencatatkan notes, PDA atau blackberry atau mungkin juga notebook atau netbook. Karena kita tidak akan pernah tau kapan tiba – tiba ide atau pikiran kreatif itu muncul dari pikiran kita atau mungkin seseorang secara spontan memberikan ide sehingga kita bisa melanjutkan bahkan memodifikasinya.</p>
<p style="text-align: justify;">Contohnya saja, saat saya menonton, membaca buku atau koran atau majalah, berbicara dengan seseorang, atau hal lainnya biasanya jika saya menemukan hal yang menjadi ide yang menarik dan dapat ditindaklanjuti, maka saya akan mencatatnya kemudian hal itu dapat saya kembangkan menjadi artikel, buku maupun bahan training maupun pembicaraan saya.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Kelima, Belajar</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Terus terang, makin banyak kita mengetahui sesuatu, maka semakin pula ide – ide kreatif akan muncul secara bersama – sama dan saling berhubungan. Misalnya saja kita tidak mungkin mengetahui bagaimana fisika dan geografi dapat digabungkan jika kita setidaknya tidak pernah mengetahui hal ini sebelumnya. Karena itu semakin kita mengetahui, maka semakin banyaklah yang dapat kita ciptakan.</p>
<p style="text-align: justify;">Hal – hal yang dapat dilakukan misalnya membaca buku atau koran atau majalah, browsing sesuatu di internet (contohnya seperti membaca website inspirasi ini <a href="http://www.adrianluis.com">www.adrianluis.com</a>), mengambil kursus atau studi lanjutan, mencoba sesuatu yang belum pernah dicoba sebelumnya, mengajarkan sesuatu pada seseorang, berpartisipasi dalam komunitas, berbicara dengan orang lain, serta hal – hal lainnya yang tentunya dapat kita tambahkan. Dapatkan menambahkan kegiatan lainnya? Mari latih untuk berpikir kreatif!</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Keenam, Evaluasi</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Kadang kala saya pun mendapatkan diri saya “mentok” dan tidak mendapatkan ide – ide kreatif, jadi yang saya lakukan adalah memperhatikan dan mengevaluasi sesuatu.</p>
<p style="text-align: justify;">Contohnya :</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Majalah</strong> – Saat saya sedang tidak ada ide, bisa saja saya memulai dengan mengumpulkan artikel yang menarik di majalah atau mengevaluasi iklan yang ada. Yang mana yang menarik perhatian saya dan mana yang tidak? Siapa yang menjadi target pembacanya? Bagaimana saya dengan cara yang berbeda dengan sudut pandang yang berbeda dapat menuliskannya atau membuat iklannya? Apa yang paling menarik perhatian saya? Dapatkan saya memodifikasinya untuk mendukung hal – hal yang saya lakukan?</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Competitor</strong> – Browsing di internet atau carilah melalui yellow pages informasi mengenai kompetitor kita dan evaluasilah. Perhatikanlah apakah ada sesuatu yang dapat menjadi ide buat kita? Adakah sesuatu yang sudah dilakukan oleh competitor kita tetapi belum dilakukan oleh kita?</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Evaluasi diri</strong> – ambillah kertas dan gambarlah garis dari atas ke bawah sehingga kertas tersebut menjadi dua bagian, sisi sebelah kiri tuliskanlah “Kelemahan saya” dan sisi sebelah kana tuliskanlah “Kekuatan saya”. Daftarkanlah semua kelemahan kita, dan di sisi sebelah kanan daftarkanlah kekuatan – kekuatan yang kita miliki untuk mengatasi kelemahan kita, sehingga minimalnya terjadi titik impas. Jika belum ada, pikirkanlah caranya. Sehingga dengan hal ini akhirnya kita akan mengetahui hal – hal apa saja yang dapat kita lakukan!</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Ajukan pertanyaan</strong> – Ketika sedang menghadapi masalah untuk berpikir kreatif, ajukanlah serangkaian pertanyaan untuk mendapatkan perspektif baru untuk produk dan ide kita misalnya : Dapatkah hal ini digantikan? Apa yang dapat saya tambahkan untuk membuat menjadi sedikit lebih baik? Apa yang tidak diperlukan? Apa lawan dari hal ini? Dari manakah hal ini berasal? Bagaimana hal ini akan menjadi setelah dipakai? Hal apa lagi yang dapat digunakan? Serta pertanyaan – pertanyaan lainnya yang dapat kita ajukan.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Ketujuh, Berlatihlah proses berpikir kreatif!</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Cobalah beberapa aktifitas ini dari waktu ke waktu. Misalnya :</p>
<p style="text-align: justify;">-    Setiap hari ambillah topik apa saja kemudian tuliskanlah dan buatlah sebuah mindmap atau flowchart dan ikuti kemana hal itu akan mengarahkan kita.</p>
<p style="text-align: justify;">-    Pikirkanlah sebuah produk. Bagaimanakah hal ini dapat diproduksi dengan cara yang berbeda tetapi menghasilkan hasil yang sama sehingga kita dapat menghasilkan keuntungan yang lebih besar?</p>
<p style="text-align: justify;">-    Setelah membaca buku atau artikel hingga setenaghnya, tutup kemudian tuliskan atau pikirkan bagaimana akhirnya.</p>
<p style="text-align: justify;">-    Bacalah buku – buku cerita non fiksi kemudian atasi masalah sebelum membaca solusinya.</p>
<p style="text-align: justify;">-    Menyusun puzzle, ini melatih kita untuk melihat gambaran besarnya.<br />
Setelah melakukan hal – hal ini sementara waktu, kita akan menemukan diri kita melakukan pendekatan yang berbeda serta berpikir secara kreatif.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Kedelapan, Jalan &#8211; jalan</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Salah satu cara terbaik untuk menciptakan ide kreatif adalah dengan pergi ke suatu tempat yang baru atau pergilah berjalan – jalan. Tidak punya uang? Tidak masalah, mudah saja lakukan perjalanan menuju tempat yang biasa kita tuju tetapi dengan melalui jalan yang berbeda.</p>
<p style="text-align: justify;">Pengalaman – pengalaman yang baru serta pergi ke tujuan yang baru adalah langkah yang luar biasa untuk mendapatkan persepsi yang baru serta menciptakan kreatifitas.</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan delapan langkah ini saja seharusnya kita sudah dapat menjadi pribadi yang kreatif! Masih kurang? Silahkan tambahkan lagi sendiri sambil melatih pikiran kita yang sangat kreatif ini!</p>
<p style="text-align: justify;">



Share and Enjoy:


	<a rel="nofollow" target="_blank" href="http://delicious.com/post?url=http%3A%2F%2Fwww.adrianluis.com%2F2009%2F02%2F09%2Fsukses-dengan-kreatifitas%2F&amp;title=Sukses%20dengan%20kreatifitas&amp;notes=Beberapa%20waktu%20yang%20lalu%2C%20saya%20menerima%20email%20dari%20teman%20saya%20yang%20merupakan%20seorang%20pengusaha.%20DIa%20meminta%20saran%20kepada%20saya%20bagaimana%20dia%20dapat%20bersaing%20dalam%20pasar%20di%20mana%20saat%20ini%20terjadi%20tingkat%20kompetisi%20yang%20sangat%20tinggi%20dan%20sangat%20ketat.%20Say" title="del.icio.us"><img src="http://www.adrianluis.com/wp-content/plugins/sociable/images/delicious.png" title="del.icio.us" alt="del.icio.us" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow" target="_blank" href="http://www.facebook.com/share.php?u=http%3A%2F%2Fwww.adrianluis.com%2F2009%2F02%2F09%2Fsukses-dengan-kreatifitas%2F&amp;t=Sukses%20dengan%20kreatifitas" title="Facebook"><img src="http://www.adrianluis.com/wp-content/plugins/sociable/images/facebook.png" title="Facebook" alt="Facebook" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow" target="_blank" href="http://www.google.com/bookmarks/mark?op=edit&amp;bkmk=http%3A%2F%2Fwww.adrianluis.com%2F2009%2F02%2F09%2Fsukses-dengan-kreatifitas%2F&amp;title=Sukses%20dengan%20kreatifitas&amp;annotation=Beberapa%20waktu%20yang%20lalu%2C%20saya%20menerima%20email%20dari%20teman%20saya%20yang%20merupakan%20seorang%20pengusaha.%20DIa%20meminta%20saran%20kepada%20saya%20bagaimana%20dia%20dapat%20bersaing%20dalam%20pasar%20di%20mana%20saat%20ini%20terjadi%20tingkat%20kompetisi%20yang%20sangat%20tinggi%20dan%20sangat%20ketat.%20Say" title="Google Bookmarks"><img src="http://www.adrianluis.com/wp-content/plugins/sociable/images/googlebookmark.png" title="Google Bookmarks" alt="Google Bookmarks" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow" target="_blank" href="mailto:?subject=Sukses%20dengan%20kreatifitas&amp;body=http%3A%2F%2Fwww.adrianluis.com%2F2009%2F02%2F09%2Fsukses-dengan-kreatifitas%2F" title="E-mail this story to a friend!"><img src="http://www.adrianluis.com/wp-content/plugins/sociable/images/email_link.png" title="E-mail this story to a friend!" alt="E-mail this story to a friend!" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow" target="_blank" href="http://www.linkedin.com/shareArticle?mini=true&amp;url=http%3A%2F%2Fwww.adrianluis.com%2F2009%2F02%2F09%2Fsukses-dengan-kreatifitas%2F&amp;title=Sukses%20dengan%20kreatifitas&amp;source=www.adrianluis.com+%7C+-+inspire+-+enlight+-+bless+-+inspire+-+enlight+-+bless+-&amp;summary=Beberapa%20waktu%20yang%20lalu%2C%20saya%20menerima%20email%20dari%20teman%20saya%20yang%20merupakan%20seorang%20pengusaha.%20DIa%20meminta%20saran%20kepada%20saya%20bagaimana%20dia%20dapat%20bersaing%20dalam%20pasar%20di%20mana%20saat%20ini%20terjadi%20tingkat%20kompetisi%20yang%20sangat%20tinggi%20dan%20sangat%20ketat.%20Say" title="LinkedIn"><img src="http://www.adrianluis.com/wp-content/plugins/sociable/images/linkedin.png" title="LinkedIn" alt="LinkedIn" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow" target="_blank" href="http://www.myspace.com/Modules/PostTo/Pages/?u=http%3A%2F%2Fwww.adrianluis.com%2F2009%2F02%2F09%2Fsukses-dengan-kreatifitas%2F&amp;t=Sukses%20dengan%20kreatifitas" title="MySpace"><img src="http://www.adrianluis.com/wp-content/plugins/sociable/images/myspace.png" title="MySpace" alt="MySpace" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow" target="_blank" href="http://www.printfriendly.com/print?url=http%3A%2F%2Fwww.adrianluis.com%2F2009%2F02%2F09%2Fsukses-dengan-kreatifitas%2F" title="Print this article!"><img src="http://www.adrianluis.com/wp-content/plugins/sociable/images/printfriendly.png" title="Print this article!" alt="Print this article!" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow" target="_blank" href="http://www.stumbleupon.com/submit?url=http%3A%2F%2Fwww.adrianluis.com%2F2009%2F02%2F09%2Fsukses-dengan-kreatifitas%2F&amp;title=Sukses%20dengan%20kreatifitas" title="StumbleUpon"><img src="http://www.adrianluis.com/wp-content/plugins/sociable/images/stumbleupon.png" title="StumbleUpon" alt="StumbleUpon" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow" target="_blank" href="http://technorati.com/faves?add=http%3A%2F%2Fwww.adrianluis.com%2F2009%2F02%2F09%2Fsukses-dengan-kreatifitas%2F" title="Technorati"><img src="http://www.adrianluis.com/wp-content/plugins/sociable/images/technorati.png" title="Technorati" alt="Technorati" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow" target="_blank" href="http://twitter.com/home?status=http%3A%2F%2Fwww.adrianluis.com%2F2009%2F02%2F09%2Fsukses-dengan-kreatifitas%2F" title="TwitThis"><img src="http://www.adrianluis.com/wp-content/plugins/sociable/images/twitter.png" title="TwitThis" alt="TwitThis" class="sociable-hovers" /></a>


<br/><br/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.adrianluis.com/2009/02/09/sukses-dengan-kreatifitas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Psikologi KARENA &#8230;</title>
		<link>http://www.adrianluis.com/2009/01/29/psikologi-karena/</link>
		<comments>http://www.adrianluis.com/2009/01/29/psikologi-karena/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Jan 2009 08:04:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Adrian Luis</dc:creator>
				<category><![CDATA[Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[anthony dio martin]]></category>
		<category><![CDATA[closing]]></category>
		<category><![CDATA[deal]]></category>
		<category><![CDATA[psikologi karena]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.adrianluis.com/?p=84</guid>
		<description><![CDATA[Dalam suatu kesempatan saat saya pergi bersama dengan mentor saya, Pak Anthony Dio Martin &#8211; THE BEST EQ TRAINER INDONESIA, suatu sore saya sempat bercakap &#8211; cakap dan berdiskusi tentang penggunaan psikologi dalam penjualan. Akhirnya sampailah kepada suatu psikologi sederhana dan populer yang kalau diterapkan dalam penjualan akan membuat tingkat kemungkinan closing menjadi lebih tinggi.
Namanya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft size-full wp-image-88" style="margin: 10px;" title="psikologi-karena-70" src="http://www.adrianluis.com/wp-content/uploads/2009/01/psikologi-karena-70.jpg" alt="psikologi-karena-70" width="70" height="70" />Dalam suatu kesempatan saat saya pergi bersama dengan mentor saya, Pak Anthony Dio Martin &#8211; THE BEST EQ TRAINER INDONESIA, suatu sore saya sempat bercakap &#8211; cakap dan berdiskusi tentang penggunaan psikologi dalam penjualan. Akhirnya sampailah kepada suatu psikologi sederhana dan populer yang kalau diterapkan dalam penjualan akan membuat tingkat kemungkinan closing menjadi lebih tinggi.</p>
<p style="text-align: justify;">Namanya adalah PSIKOLOGI KARENA&#8230;<span id="more-84"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Mungkin suatu ketika Anda pernah mengalami situasi di mana seseorang meminta bantuan tetapi sebenarnya Anda sedang sibuk? Awalnya mungkin Anda tidak mau atau enggan, karena orang yang meminta bantuan tersebut memberikan alasan-alasannya mengapa dia meminta bantuan, Anda akhirnya mau membantunya. Otak manusia pafa dasarnya tanpa disadari selalu mencari sebab / alasan.</p>
<p>Sebagaimana penelitian yang dilakukan Ellen Langer, seorang psikolog dari Harvard, ternyata manusia lebih mudah saat meminta orang lain melakukan hal tertentu ketika memberikan alasan (why-nya). Langer melakukan penelitian ketika orang antre menggunakan mesin fotokopi di kampusnya. Ketika dia mau mendahului orang di depannya, dia mengucapkan permintaan, &#8220;Sorry, saya punya lima halaman, boleh saya menggunakan mesin fotokopi terlebih dahulu?&#8221; Hasilnya 60 persen orang mengizinkan.</p>
<p style="text-align: justify;">Kemudian ketika diberi alasan, &#8220;Maaf, saya punya lima halaman, boleh saya menggunakan mesin fotokopi terlebih dahulu <strong>karena</strong> saya sedang buru-buru?&#8221; Dengan ditambah kata &#8220;karena&#8221; ini, efektivitas permintaan naik menjadi 94 persen yang mengizinkan Ellen Langer mendahului mereka.</p>
<p>Bahkan, hal serupa terjadi ketika di belakang kata &#8220;karena&#8221; diberikan sesuatu hal yang tidak ada artinya. Contoh, &#8220;Maaf saya punya lima halaman, boleh saya menggunakan mesin fotokopi terlebih dahulu karena saya harus mem-fotokopi.&#8221; Hasilnya, sekali lagi, 93 persen mengizinkan Ellen Langer mendahului mereka walaupun tidak ada alasan yang layak dipertimbangkan ataupun informasi baru yang bisa mereka gunakan untuk lebih mengizinkan dia mendahului mereka dibandingkan dengan pertanyaan tanpa menggunakan kata &#8220;karena&#8221;.</p>
<p style="text-align: justify;">Penggunaaan dalam dunia marketing dan sales adalah dengan memberitahukan bahwa penawaran yang Anda berikan adalah &#8220;karena&#8221;&#8230;.</p>
<p>Misalnya, karena menyambut ulang tahun Anda, karena Hari Kartini, karena Hari Kebangkitan Nasional, karena Hari Natal, karena menjelang Lebaran, karena mau cuci gudang, karena mau tutup buku, dan karena karena lainnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Biasanya, orang tetap saja lebih senang menanggapi penawaran kita daripada kita memberikan penawaran tanpa alasan sama sekali (atau mungkin Anda pernah mengalaminya sendiri?)</p>
<p>Silakan Anda praktikkan hukum psikologis &#8220;karena&#8221; tersebut dalam bisnis yang Anda jalankan, buatlah poin-poin ide Anda, kemudian mulai praktikkan penawaran Anda dengan &#8220;karena&#8221;. Praktikkan dan terus ukur efektivitasnya.</p>



Share and Enjoy:


	<a rel="nofollow" target="_blank" href="http://delicious.com/post?url=http%3A%2F%2Fwww.adrianluis.com%2F2009%2F01%2F29%2Fpsikologi-karena%2F&amp;title=Psikologi%20KARENA%20...&amp;notes=Dalam%20suatu%20kesempatan%20saat%20saya%20pergi%20bersama%20dengan%20mentor%20saya%2C%20Pak%20Anthony%20Dio%20Martin%20-%20THE%20BEST%20EQ%20TRAINER%20INDONESIA%2C%20suatu%20sore%20saya%20sempat%20bercakap%20-%20cakap%20dan%20berdiskusi%20tentang%20penggunaan%20psikologi%20dalam%20penjualan.%20Akhirnya%20sampailah%20kepada%20" title="del.icio.us"><img src="http://www.adrianluis.com/wp-content/plugins/sociable/images/delicious.png" title="del.icio.us" alt="del.icio.us" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow" target="_blank" href="http://www.facebook.com/share.php?u=http%3A%2F%2Fwww.adrianluis.com%2F2009%2F01%2F29%2Fpsikologi-karena%2F&amp;t=Psikologi%20KARENA%20..." title="Facebook"><img src="http://www.adrianluis.com/wp-content/plugins/sociable/images/facebook.png" title="Facebook" alt="Facebook" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow" target="_blank" href="http://www.google.com/bookmarks/mark?op=edit&amp;bkmk=http%3A%2F%2Fwww.adrianluis.com%2F2009%2F01%2F29%2Fpsikologi-karena%2F&amp;title=Psikologi%20KARENA%20...&amp;annotation=Dalam%20suatu%20kesempatan%20saat%20saya%20pergi%20bersama%20dengan%20mentor%20saya%2C%20Pak%20Anthony%20Dio%20Martin%20-%20THE%20BEST%20EQ%20TRAINER%20INDONESIA%2C%20suatu%20sore%20saya%20sempat%20bercakap%20-%20cakap%20dan%20berdiskusi%20tentang%20penggunaan%20psikologi%20dalam%20penjualan.%20Akhirnya%20sampailah%20kepada%20" title="Google Bookmarks"><img src="http://www.adrianluis.com/wp-content/plugins/sociable/images/googlebookmark.png" title="Google Bookmarks" alt="Google Bookmarks" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow" target="_blank" href="mailto:?subject=Psikologi%20KARENA%20...&amp;body=http%3A%2F%2Fwww.adrianluis.com%2F2009%2F01%2F29%2Fpsikologi-karena%2F" title="E-mail this story to a friend!"><img src="http://www.adrianluis.com/wp-content/plugins/sociable/images/email_link.png" title="E-mail this story to a friend!" alt="E-mail this story to a friend!" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow" target="_blank" href="http://www.linkedin.com/shareArticle?mini=true&amp;url=http%3A%2F%2Fwww.adrianluis.com%2F2009%2F01%2F29%2Fpsikologi-karena%2F&amp;title=Psikologi%20KARENA%20...&amp;source=www.adrianluis.com+%7C+-+inspire+-+enlight+-+bless+-+inspire+-+enlight+-+bless+-&amp;summary=Dalam%20suatu%20kesempatan%20saat%20saya%20pergi%20bersama%20dengan%20mentor%20saya%2C%20Pak%20Anthony%20Dio%20Martin%20-%20THE%20BEST%20EQ%20TRAINER%20INDONESIA%2C%20suatu%20sore%20saya%20sempat%20bercakap%20-%20cakap%20dan%20berdiskusi%20tentang%20penggunaan%20psikologi%20dalam%20penjualan.%20Akhirnya%20sampailah%20kepada%20" title="LinkedIn"><img src="http://www.adrianluis.com/wp-content/plugins/sociable/images/linkedin.png" title="LinkedIn" alt="LinkedIn" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow" target="_blank" href="http://www.myspace.com/Modules/PostTo/Pages/?u=http%3A%2F%2Fwww.adrianluis.com%2F2009%2F01%2F29%2Fpsikologi-karena%2F&amp;t=Psikologi%20KARENA%20..." title="MySpace"><img src="http://www.adrianluis.com/wp-content/plugins/sociable/images/myspace.png" title="MySpace" alt="MySpace" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow" target="_blank" href="http://www.printfriendly.com/print?url=http%3A%2F%2Fwww.adrianluis.com%2F2009%2F01%2F29%2Fpsikologi-karena%2F" title="Print this article!"><img src="http://www.adrianluis.com/wp-content/plugins/sociable/images/printfriendly.png" title="Print this article!" alt="Print this article!" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow" target="_blank" href="http://www.stumbleupon.com/submit?url=http%3A%2F%2Fwww.adrianluis.com%2F2009%2F01%2F29%2Fpsikologi-karena%2F&amp;title=Psikologi%20KARENA%20..." title="StumbleUpon"><img src="http://www.adrianluis.com/wp-content/plugins/sociable/images/stumbleupon.png" title="StumbleUpon" alt="StumbleUpon" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow" target="_blank" href="http://technorati.com/faves?add=http%3A%2F%2Fwww.adrianluis.com%2F2009%2F01%2F29%2Fpsikologi-karena%2F" title="Technorati"><img src="http://www.adrianluis.com/wp-content/plugins/sociable/images/technorati.png" title="Technorati" alt="Technorati" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow" target="_blank" href="http://twitter.com/home?status=http%3A%2F%2Fwww.adrianluis.com%2F2009%2F01%2F29%2Fpsikologi-karena%2F" title="TwitThis"><img src="http://www.adrianluis.com/wp-content/plugins/sociable/images/twitter.png" title="TwitThis" alt="TwitThis" class="sociable-hovers" /></a>


<br/><br/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.adrianluis.com/2009/01/29/psikologi-karena/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Apa sich bedanya?</title>
		<link>http://www.adrianluis.com/2009/01/24/apa-sich-bedanya/</link>
		<comments>http://www.adrianluis.com/2009/01/24/apa-sich-bedanya/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 Jan 2009 14:00:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Adrian Luis</dc:creator>
				<category><![CDATA[Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[nilai tambah]]></category>
		<category><![CDATA[perbedaan]]></category>
		<category><![CDATA[sales]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adrianluis.com/?p=59</guid>
		<description><![CDATA[Dalam memasarkan suatu produk, hal yang terpenting yang harus kita pahami sebelum kita memasarkan produk itu adalah kita harus mengetahui apa sich nilai tambah atau keunggulan dari produk tersebut.
Begitu sering saya bertemu dengan para sales maupun marketing yang jika ditanya &#8220;apa sich bedanya produk yang Anda pasarkan dengan yang lain?&#8221;. Banyak yang terdiam sejenak bahkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft size-full wp-image-66" style="margin-left: 10px; margin-right: 10px;" title="nilaitambah_s" src="http://adrianluis.com/wp-content/uploads/2009/01/nilaitambah_s.jpg" alt="nilaitambah_s" width="70" height="70" />Dalam memasarkan suatu produk, hal yang terpenting yang harus kita pahami sebelum kita memasarkan produk itu adalah kita harus mengetahui apa sich nilai tambah atau keunggulan dari produk tersebut.<span id="more-59"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Begitu sering saya bertemu dengan para sales maupun marketing yang jika ditanya &#8220;apa sich bedanya produk yang Anda pasarkan dengan yang lain?&#8221;. Banyak yang terdiam sejenak bahkan bingung mau menjawab apa.</p>
<p style="text-align: justify;">Entahkah kurang akan product knowledge, atau mungkin juga ga ngerti bedanya. Sayang sekali jika hal ini ditanyakan oleh customer pontensial yang seharusnya mampu membeli produk tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">Mulailah pikirkan dan pahami dengan benar, apa yang menjadi keunggulan dari produk yang ditawarkan. Kalau perlu tunjukkan contohnya. Semisal dalam memasarkan sebuah deterjen contohnya, bisa dilakukan dengan melakukan demo dengan membandingkan dengan produk lain. Tapi, mohon disamarkan terlebih dahulu produk lainnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Apalagi jaman sekarang ini, sangat ga etis kalo kita menjelek &#8211; jelekkan produk lain dalam memasarkan suatu produk. Dari pada sibuk mencari kelemahan produk lain, mari cari hal yang lebih positif dengan mencari keunggulan utama produk kita.</p>
<p style="text-align: justify;">Jadi pertanyaannya sebelum memasarkan ataupun menjual produk, bertanyalah &#8220;apa keunggulan produk saya dan apa bedanya dengan produk lainnya?&#8221;</p>



Share and Enjoy:


	<a rel="nofollow" target="_blank" href="http://delicious.com/post?url=http%3A%2F%2Fwww.adrianluis.com%2F2009%2F01%2F24%2Fapa-sich-bedanya%2F&amp;title=Apa%20sich%20bedanya%3F&amp;notes=Dalam%20memasarkan%20suatu%20produk%2C%20hal%20yang%20terpenting%20yang%20harus%20kita%20pahami%20sebelum%20kita%20memasarkan%20produk%20itu%20adalah%20kita%20harus%20mengetahui%20apa%20sich%20nilai%20tambah%20atau%20keunggulan%20dari%20produk%20tersebut.%0D%0ABegitu%20sering%20saya%20bertemu%20dengan%20para%20sales%20maupun" title="del.icio.us"><img src="http://www.adrianluis.com/wp-content/plugins/sociable/images/delicious.png" title="del.icio.us" alt="del.icio.us" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow" target="_blank" href="http://www.facebook.com/share.php?u=http%3A%2F%2Fwww.adrianluis.com%2F2009%2F01%2F24%2Fapa-sich-bedanya%2F&amp;t=Apa%20sich%20bedanya%3F" title="Facebook"><img src="http://www.adrianluis.com/wp-content/plugins/sociable/images/facebook.png" title="Facebook" alt="Facebook" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow" target="_blank" href="http://www.google.com/bookmarks/mark?op=edit&amp;bkmk=http%3A%2F%2Fwww.adrianluis.com%2F2009%2F01%2F24%2Fapa-sich-bedanya%2F&amp;title=Apa%20sich%20bedanya%3F&amp;annotation=Dalam%20memasarkan%20suatu%20produk%2C%20hal%20yang%20terpenting%20yang%20harus%20kita%20pahami%20sebelum%20kita%20memasarkan%20produk%20itu%20adalah%20kita%20harus%20mengetahui%20apa%20sich%20nilai%20tambah%20atau%20keunggulan%20dari%20produk%20tersebut.%0D%0ABegitu%20sering%20saya%20bertemu%20dengan%20para%20sales%20maupun" title="Google Bookmarks"><img src="http://www.adrianluis.com/wp-content/plugins/sociable/images/googlebookmark.png" title="Google Bookmarks" alt="Google Bookmarks" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow" target="_blank" href="mailto:?subject=Apa%20sich%20bedanya%3F&amp;body=http%3A%2F%2Fwww.adrianluis.com%2F2009%2F01%2F24%2Fapa-sich-bedanya%2F" title="E-mail this story to a friend!"><img src="http://www.adrianluis.com/wp-content/plugins/sociable/images/email_link.png" title="E-mail this story to a friend!" alt="E-mail this story to a friend!" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow" target="_blank" href="http://www.linkedin.com/shareArticle?mini=true&amp;url=http%3A%2F%2Fwww.adrianluis.com%2F2009%2F01%2F24%2Fapa-sich-bedanya%2F&amp;title=Apa%20sich%20bedanya%3F&amp;source=www.adrianluis.com+%7C+-+inspire+-+enlight+-+bless+-+inspire+-+enlight+-+bless+-&amp;summary=Dalam%20memasarkan%20suatu%20produk%2C%20hal%20yang%20terpenting%20yang%20harus%20kita%20pahami%20sebelum%20kita%20memasarkan%20produk%20itu%20adalah%20kita%20harus%20mengetahui%20apa%20sich%20nilai%20tambah%20atau%20keunggulan%20dari%20produk%20tersebut.%0D%0ABegitu%20sering%20saya%20bertemu%20dengan%20para%20sales%20maupun" title="LinkedIn"><img src="http://www.adrianluis.com/wp-content/plugins/sociable/images/linkedin.png" title="LinkedIn" alt="LinkedIn" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow" target="_blank" href="http://www.myspace.com/Modules/PostTo/Pages/?u=http%3A%2F%2Fwww.adrianluis.com%2F2009%2F01%2F24%2Fapa-sich-bedanya%2F&amp;t=Apa%20sich%20bedanya%3F" title="MySpace"><img src="http://www.adrianluis.com/wp-content/plugins/sociable/images/myspace.png" title="MySpace" alt="MySpace" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow" target="_blank" href="http://www.printfriendly.com/print?url=http%3A%2F%2Fwww.adrianluis.com%2F2009%2F01%2F24%2Fapa-sich-bedanya%2F" title="Print this article!"><img src="http://www.adrianluis.com/wp-content/plugins/sociable/images/printfriendly.png" title="Print this article!" alt="Print this article!" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow" target="_blank" href="http://www.stumbleupon.com/submit?url=http%3A%2F%2Fwww.adrianluis.com%2F2009%2F01%2F24%2Fapa-sich-bedanya%2F&amp;title=Apa%20sich%20bedanya%3F" title="StumbleUpon"><img src="http://www.adrianluis.com/wp-content/plugins/sociable/images/stumbleupon.png" title="StumbleUpon" alt="StumbleUpon" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow" target="_blank" href="http://technorati.com/faves?add=http%3A%2F%2Fwww.adrianluis.com%2F2009%2F01%2F24%2Fapa-sich-bedanya%2F" title="Technorati"><img src="http://www.adrianluis.com/wp-content/plugins/sociable/images/technorati.png" title="Technorati" alt="Technorati" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow" target="_blank" href="http://twitter.com/home?status=http%3A%2F%2Fwww.adrianluis.com%2F2009%2F01%2F24%2Fapa-sich-bedanya%2F" title="TwitThis"><img src="http://www.adrianluis.com/wp-content/plugins/sociable/images/twitter.png" title="TwitThis" alt="TwitThis" class="sociable-hovers" /></a>


<br/><br/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.adrianluis.com/2009/01/24/apa-sich-bedanya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
